Jumlah Ideal Anakan Kenari (Piyik) Dalam Satu Sarang

Sebagai peternak Burung Kenari baik yang baru memulai maupun yang sudah sukses sekalipun harus selalu bisa memperhatikan hal-hal kecil, salah satunya mengetahui jumlah ideal anakan atau piyik kenari dalam 1 sarang. Jika saja hal sekecil ini tidak diperhatikan bisa-bisa anakan kenari yang sudah menetas dengan selamat malah mati satu persatu atau pertumbuhan piyikan kenari tidak bisa berkembang dengan baik.

Perlu anda ketahui sebetulnya jumlah ideal anakan kenari dalam satu sarang tergantung bagaimana cara anda beternak kenari atau metode apa yang anda terapkan dalam menangkarkan burung ini. Apakah anda ternak kenari dengan sistem cabut pejantan artinya satu sangkar ternak berisi 1 induk betina? Ataukah anda beternak dengan cara soliter atau berpasangan, 1 pejantan dan 1 betina.

Jumlah ideal anakan kenari (piyik) dalam satu sarang

Dari kedua metode penangkaran tersebut memiliki jumlah ideal anakan piyik kenari yang berbeda. Idealnya untuk ternak kenari sistem baterei 1 sarang 1 betina maka idealnya 3 ekor anakn. Jika ternak canary dengan cara pasangan maka jumlah ideal anaknnya antara 3-5 ekor. Walaupun pada kenyataannya sangat jarang dan sulit semua telur kenari yang dikeluarkan induk betina bisa menetas semua.

Bila saja penangkar tidak memahami tentang berapa jumlah piyik kenari yang ideal dalam 1 sarang?, maka hasilnya bisa tidak maksimal, sebab piyik kenari mungkin saja menindih atau tertindih piyik-piyik yang lain. Berikut saya share tips agar piyik tidak mati di usia dini saat menetas.


Tips Agar Anakan Kenari Tidak Mati Di Usia Dini Saat Menetas

1. Melebarkan ukuran sarang
Pada saat telur-telur kenari yang dierami indukan menetas penting sekali untuk mengecek dan memastikan apakah ukuran lubang sarang terlalu sempit atau tidak, karena jika sarang terlalu sempit sedangkan di sarang banyak piyik yang menetas misalnya berjumlah 4 sampai 5 ekor, maka piyikan bisa saling tindih, berdesak-desakan dan bertumpuk sehingga piyik rawan mati. Cara melebarkan sarang kenari cukup menggunakan jari tangan.

2. Peternak membantu meloloh anakan kenari 
Senang rasanya jika telur kenari menetas semua. Misalnya 4 atau 5 telor yang menetas, dengan jumlah tersebut bisa dikatan bahwa anakan menetas dengan jumlah yang ideal dan perlu dilakukan pengecekan piyek secara berkelanjutan. Perlu juga untuk membantu meloloh anakan kenari yang menetas dengan jumlah banyak agar indukan tidak terlalu kerepotan melolohnya sendiri. Baca: Pakan lolohan terbaik buat piyik Kenari cepat besar

Tips membantu meloloh anakan burung kenari sebaiknya dilakukan jika umurnya sudah 5 harian dengan cara menggunakan spet tanpa harus mengeluarkan anakan dari sarang. Adapun pakan lolohan yang digunakan adalah campuran kuning telor dan bubuk konsentrat burung yang sudah diblender atau dihaluskan. Bila ini dilakukan oleh peternak maka dapat mengurangi tingkat kematian piyik serta pertumbuhannya makin cepat bongsor.

3. Menitipkan anakan ke induk kenari lain
Tips lainnya yaitu menitipkan anakan kenari yang terlalu banyak misalnya dalam 1 sarang ada 4 atau 5 ekor anakn. Cara nya ambil 1 atau 2 piyik lalu titipkan ke indukan kenari yang sama-sama sedang meloloh anakn pula. Syaratnya kedua anakn harus berumur sama, atau paling tidak selisih 1 atau 3 hari, agar piyik yang dititipkan diloloh oleh indukan baru.

4. Cukupi kebutuhan pakan saat anakan menetas
Saat umur piyik kenari baru berumur antara 1 sampai 5 hari sebaiknya cukup sediakan pakan bijian-bijian dan juga telur rebus, jadi jangan dulu berikan sayuran karena umur anakan belum 1 minggu. Karena pencernaan piyik kenari belum kuat jika langsung diberikan sayuran. Jika mereka sudah berumur 1 mingguan maka pakan lengkap lainnya harus tersedia seperti sawi ijo dan putih, telor puyuh atau telor ayam, egg food dan tidak lupa bijian lengkap. Lihat juga: 5 Makanan Kenari agar Gacor

Demikian sharing kali ini tentang jumlah ideal anakan kenari dalam satu sarang dan tips perawatannya agar bisa meminimalisir kematian anakan kenari saat sedang diloloh indukan.

Share Ke :

Facebook Google+ Twitter